Sabtu, 15 Oktober 2011

Kehidupan di Luar Bumi Menurut Al-Quran

Harus diketahui bahwa Yang
menciptakan manusia dari tidak
ada dan membentuknya dan
meniupkan padanya dari ruh-
Nya, dan mengokohkan ciptaan
alam semesta ini termasuk
keajaiban yang ada didalamnya,
adalah juga Maha Kuasa untuk
menciptakan luar angkasa dan
makhluknya, Al-Qur’an telah
menunjukkan adanya makhluk-
makhluk yang tidak diketahui
oleh manusia dimasa kenabian,
demikian juga Al-Qur’an
menunjukkan peran dari
penemuan ilmiyah, dan bahwa
setiap berita akan ada waktu
kemunculannya, Allah Azza wa
Jalla berfirman:
(ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞَ ﻭَﺍﻟْﺒِﻐَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺮَ ﻟِﺘَﺮْﻛَﺒُﻮﻫَﺎ
ﻭَﺯِﻳﻨَﺔً ﻭَﻳَﺨْﻠُﻖُ ﻣَﺎ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ) (ﺍﻟﻨﺤﻞ8: )
Artinya: (dan dia telah
menciptakan kuda, bagal dan
keledai, agar kamu
menungganginya dan
(menjadikannya) perhiasan. dan
Allah menciptakan apa yang
kamu tidak mengetahuinya. )
[QS An-Nahl: 8].
Ayat diatas mengisyaratkan
bahwa ada beberapa makhluk
yang diciptakan oleh Allah
Ta'aala dari jenis hewan yang
kita tidak mengetahuinya, ini
karena Allah Ta'aala
menyambungkan makhluk
tersebut dengan kuda, bagal
dan keledai yang merupakan
jenis hewan.
Dan disebutkan di dalam Al-
Qur’an beberapa ayat lainnya
yang sepertinya mengisyaratkan
adanya binatang di langit dan
bumi, diantaranya firman Allah
Ta’alaa:
(ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ
ﺑَﺚَّ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤْﻌِﻬِﻢْ ﺇِﺫَﺍ
ﻳَﺸَﺎﺀ ﻗَﺪِﻳﺮٌ) (ﺍﻟﺸﻮﺭﻯ29: )
Artinya: (di antara tanda-tanda-
Nya ialah menciptakan langit
dan bumi dan makhluk-
makhluk yang melata yang
Dia sebarkan pada keduanya.
dan Dia Maha Kuasa
mengumpulkan semuanya
apabila dikehendaki-Nya) [QS
Asy-Syuura: 29].
Sebagian ulama mengatakan
bahwa lafaz daabbah (makhluk
melata)menunjukkan bahwa itu
makhluk-makhluk selain
malaikat karena Allah Azza wa
Jalla membedakan antara
makhluk yang melata dengan
malaikat dalam
menyebutkannya dalam firman-
Nya:
(ﻭَﻟِﻠّﻪِ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ
ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻣِﻦ ﺩَﺁﺑَّﺔٍ ﻭَﺍﻟْﻤَﻶﺋِﻜَﺔُ ﻭَﻫُﻢْ ﻻَ
ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ) (ﺍﻟﻨﺤﻞ49: )
Artinya: (dan kepada Allah
sajalah bersujud segala makhluk
melata yang berada di langit
dan semua makhluk yang
melata di bumi dan (juga) Para
ma]aikat, sedang mereka
(malaikat) tidak
menyombongkan diri) [QS An-
Nahl: 49).
Allah Ta’alaa menyebutkan
dalam ayat diatas makhluk-
makhluk melata di langit dan
makhluk melata di bumi
kemudian baru menyebutkan
para malaikat.
Dengan ayat-ayat seperti ini
sebagian ulama menyebutkan
bahwa tidak ada salahnya ini
menjadi isyarat atas wujudnya
alam-alam lain, akan tetapi
sepatutnya kita tidak
memastikan hal ini, karena ayat-
ayat seperti ini bisa mengandung
kemungkinan lebih dari satu
pentakwilan.( Fatwa dari Syeikh
Abdullah Al-Faqih
hadidzohullah Ta'alaa)
Adapun pendapat bahwa
makhluk-makhluk ini yang
menciptakan manusia dengan
bentuk yang menyerupainya
dengan perantara DNA dan
bahwa dia merupakan kekuatan
ajaib yang mengakibatkan
wujudnya manusia, maka ini
secara hakikatnya merupakan
pendapat yang batil yang
menafikan akidahnya.
Kesimpulan:
Meskipun Al-Qur’an telah
mengisyaratkan dalam beberapa
ayatnya tentang kemungkinan
keberadaan makhluk di luar
angkasa, namun kita tidak boleh
memastikan bahwa phenomena
yang terjadi di bumi merupakan
jejak keberadaan mereka,
karena tidak ada seorangpun
yang pernah melihat secara
langsung wujud mereka seperti
yang sering dilukiskan dalam
film-film, demikian juga kita
tidak boleh menafikan secara
langsung keberadaan mereka
karena Al-Qur’an telah memberi
isyarat yang memungkinkan
keberadaan mereka.
Tapi kita tidak boleh terlalu
menyibukkan diri mendalami
tentang masalah ini karena
bukan termasuk perkara ibadah
yang diwajibkan oleh Allah
kepada kita untuk mengharap
pahala dan ridlo-Nya di dunia
dan akhirat.
Wallau A’lam bishowab.

Tidak ada komentar: